Monday , 23 October 2017
Home » Berita » Talkshow Radio “Laporan EITI dan Perbaikan Tata Kelola Sektor Minyak dan Gas Bumi”
Talkshow Radio “Laporan EITI dan Perbaikan Tata Kelola Sektor Minyak dan Gas Bumi”

Talkshow Radio “Laporan EITI dan Perbaikan Tata Kelola Sektor Minyak dan Gas Bumi”

Sekretariat Extractive Industries Transparency Initiative (EITI) Indonesia menyelenggarakan talk show radio yang disiarkan di 65 radio jaringan KBR 68H di seluruh Indonesia. Talk show bertema “Laporan EITI dan Perbaikan Tata Kelola Sektor Minyak dan Gas Bumi”  yang dilaksanakan di Kantor Sekretariat EITI, Gedung Kementerian BUMN Lt.18 pada hari Selasa, 10 November 2015.

Narasumber dalam kegiatan ini yaitu Asisten Deputi Produktivitas Energi, Andi Novianto dan Kepala Humas SKK Migas, Elan Biantoro.

Andi Novianto menyampaikan pentingnya EITI bagi masyarakat karena dengan adanya EITI, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang terbuka dari pendapatan negara dari sektor ekstraktif. Dengan akan terbitnya Laporan EITI tahun 2012-2013, informasi yang bisa didapat masyarakat tak hanya informasi tentang berapa yang dibayarkan industri ekstraktif dan diterima negara, namun informasi kontekstual seperti Corporate Social Responsibility (CSR) dan perijinan juga bisa diakses oleh masyarakat. Andi juga menyampaikan besarnya peran sektor ekstraktif untuk pendapatan negara. Sektor ini mengambil bagian sekitar 25 persen dari total pendapatan negara dan merupakan sumber pendapatan terbesar kedua setelah pajak.

Mewakili SKK Migas, Elan Biantoro menyampaikan dukungan SKK Migas pada pelaksanaan EITI di Indonesia. Elan menyampaikan SKK Migas bertugas melaksanakan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi berdasarkan Kontrak Kerja Sama. Lembaga ini dibentuk supaya pengambilan SDA minyak dan gas bumi dapat memberikan penerimaan yang maksimal bagi negara dan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Elan juga menggarisbawahi bahwa masyarakat di sekitar industri migas juga harus mendapatkan manfaat dari adanya eksploitasi alam. SKK Migas berusaha menyatukan cara dan budaya penyaluran CSR ke masyarakat sekitar agar tak terjadi perbedaan dan ketimpangan dari masing-masing perusahaan dalam pembangunan masyarakat sekitar.

Talkshow ini juga mengundang partisipasi dari pendengar radio KBR 68H untuk bertanya seputar tema talkshow. Lima penanya melalui telepon dan SMS dijawab oleh para narasumber. Sebagian besar pertanyaan para pendengar radio berhubungan dengan isu-isu pertambangan yang sedang hangat di media, seperti isu tentang Freeport dan isu tentang aktivitas tambang illegal setelah adanya kasus pembunuhan aktivis tambang di Lumajang.