Wednesday , 21 November 2018
Home » Berita » Statement KPK (Wakil Ketua, Laode M Syarif) di Konferensi BO

Statement KPK (Wakil Ketua, Laode M Syarif) di Konferensi BO

Jakarta – Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyebut banyak tambang yang tidak diketahui siapa pemiliknya. Mereka berutang kepada negara mencapai Rp 23 triliun karena tak membayar pajak.

Laode memaparkan sekitar 24 persen perusahaan tambang tidak diketahui siapa pemiliknya. Perusahaan-perusahaan anonim ini juga tidak pernah membayar pajak dan diperkirakan merugikan negara hingga Rp 23 triliun.

“Sekitar 24 persen pertambangan tidak punya tax file number. Mereka utang pada negara sekitar Rp 23 triliun dan kita tidak tahu sama sekali siapa yang punya perusahaan-perusahaan ini,” papar Laode.

Setelah bocornya beberapa nama pejabat dan pengusaha Indonesia dalam Panama Papers pada 2016, Indonesia bersama Extractive Industries Transparency Initiative (EITI) mencanangkan target keterbukaan identitas kepemilikan atau beneficial ownership (BO) di industri pertambangan. Target ini merupakan sebuah langkah kompleks yang tidak bisa selesai dalam waktu singkat.

“Saya rasa tidak perlu roadmap-roadmap BO lagi ya, karena sebenarnya kita telah usahakan. Tinggal praktiknya saja bagaimana dijalankan. Kalau bikin roadmap lagi lama lagi,” ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam kesempatan yang sama.

Continue reading…  https://bit.ly/2SRjV53