Sunday , 18 August 2019
Home » Berita » Publikasi Laporan EITI 2014
Publikasi Laporan EITI 2014

Publikasi Laporan EITI 2014

Indonesia mempertahankan status “compliance” atau taat transparansi di keanggotaan EITI Internasional setelah berhasil mempublikasikan Laporan EITI 2014 pada tanggal 28 Februari 2017 di website EITI Indonesia www.eiti.ekon.go.id dan mengirimkan laporan tersebut ke Dewan EITI Internasional. Sesuai ketentuan, seharusnya batas waktu publikasi laporan tersebut di akhir tahun 2016, namun Tim Pelaksana EITI telah meminta penangguhan batas waktu hingga akhir Februari 2017 karena saat itu juga merupakan akhir dari kontrak PT Ernst and Young (EY) sebagai administrator independen untuk Laporan 2014. Apabila Indonesia tak mengajukan permohonan penangguhan batas waktu, status EITI Indonesia otomatis mendapatkan suspensi di awal tahun 2017. Dalam surat permohonan, Tim Pelaksana menyampaikan alasan yang menyebabkan Indonesia gagal menyelesaikan laporan di akhir tahun 2016. Laporan tak berhasil diselesaikan di akhir tahun 2016 karena berbagai permasalahan administrasi yang menyebabkan EY baru bisa menandatangani kontrak pada 5 Desember 2016. Padahal pelaksanaan proses lelang untuk administrator independen telah dimulai sejak akhir Juni 2016. Tim Pelaksana juga menyampaikan kemajuan pelaksanaan EITI Indonesia seperti pelaksanaan transparansi Beneficial Ownership ke Dewan EITI Internasional, sebagai bahan pertimbangan untuk dikabulkannya penangguhan batas waktu Laporan EITI 2014.

Penyelesaian Laporan EITI 2014 relatif singkat karena kontrak EY hanya sekitar dua setengah bulan dari awal Desember 2016 hingga akhir Februari 2017. Selama penyelesaian laporan, diadakan empat kali rapat Tim Pelaksana EITI untuk memantau perkembangan penyelesaian laporan. Rapat pertama sekaligus kick off penyelesaian laporan dilaksanakan pada tanggal 5 Desember 2016. Rapat kedua yang dilaksanakan tanggal 5 Januari 2017 menetapkan bahwa Tim Pelaksana menyetujui inception report atau laporan awal dari EY. Rapat ketiga untuk membahas strategi penyelesaian laporan dilaksanakan tanggal 2 Februari 2016, dan rapat terakhir yang beragenda penyampaian draft laporan final dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2017.

Beberapa keputusan krusial untuk penyelesaian laporan agar selesai tepat waktu dilakukan Tim Pelaksana pada rapat tanggal 2 Februari 2017. Dalam rapat itu, Tim Pelaksana memutuskan batas waktu pengumpulan template laporan perusahaan hingga 7 Februari 2017. Apabila ada perusahaan yang memiliki kontribusi besar bagi total penerimaan negara terlambat dalam menyerahkan template laporan, akan dipaksakan untuk mendapatkan batas waktu hingga akhir minggu kedua Februari. Data yang terkumpul setelah minggu tanggal 7 Februari tidak akan dimasukkan dalam laporan, namun tetap akan dimasukkan dalam database Sekretariat EITI. Tim Pelaksana juga menyetujui perpanjangan kontrak EY selama seminggu, yang seharusnya selesai tanggal 20 Februari menjadi tanggal 28 Februari 2017.

Persetujuan Laporan EITI 2014 oleh Tim Pelaksana dilakukan pada rapat tanggal 20 Februari 2017. Dalam rapat yang beragenda penyampaian draft laporan akhir tersebut, Tim Pelaksana memberikan persetujuan dengan beberapa catatan. Apabila catatan bersifat minor dan memungkinkan untuk dilakukan dalam waktu yang sempit, akan ditindaklanjuti oleh EY. Salah satu catatan yang dapat ditindaklanjuti yaitu pembukaan data tentang peserta lelang dan firm commitment oleh perwakilan dari Direktorat Jenderal Migas.  Cut off rekonsiliasi pajak dan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) diputuskan tanggal 21 Februari. Persetujuan dilakukan oleh Tim Pelaksana dengan melakukan penandatanganan form pernyataan setuju untuk publikasi laporan. Sebagian anggota Tim Pelaksana yang sudah yakin langsung menandatangai form tersebut. Sebagian lainnya menunggu tindak lanjut dari masukan, sebelum melakukan penandatanganan yang diberikan batas waktu hingga tanggal terakhir untuk publikasi, yaitu tanggal 28 Februari 2017.

Laporan EITI 2014 akhirnya dipublikasikan di website EITI Indonesia pada tanggal 28 Februari, setelah hampir semua anggota Tim Pelaksana menandatangani form persetujuan. Waktu penyelesaian yang singkat menyebabkan banyak perusahaan-perusahaan ekstraktif yang terlambat menyerahkan template laporan. Entitas pelapor yang ditargetkan menyerahkan template laporan di sektor migas berjumlah 72 perusahaan operator dan 104 partner. Sedangkan perusahaan yang ditargetkan melapor di sektor minerba yaitu 120 perusahaan. Dari 176 perusahaan di sektor migas (operator dan partner) terdapat 9 perusahaan partner yang tidak menyerahkan template laporan dan sebagian ada yang melebihi batas waktu pelaporan. Sedangkan di sektor minerba terdapat 45 perusahaan yang sebagian tak mau melapor dan sebagian lainnya terlambat menyerahkan template laporan.