Monday , 18 December 2017
Home » Berita » Launching Laporan EITI Indonesia 2012-2013
Launching Laporan EITI Indonesia 2012-2013

Launching Laporan EITI Indonesia 2012-2013

Jakarta, 23 November 2015 – Tim Transparansi Industri Ekstraktif menerbitkan Laporan EITI (Extractive Industries Transparency Initiative) ketiga yang mencakup tahun pelaporan 2012-2013 di Ruang Graha Sawala, Komplek Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Penyelesaian laporan tersebut melibatkan peran dari gabungan berbagai pemangku kepentingan di sektor industri ekstraktif yaitu pemerintah, asosiasi dan perusahaan, dan Civil Society Organization (CSO). Selain perwakilan dari ketiga pihak pemangku kepentingan tersebut, peluncuran Laporan EITI juga dihadiri perwakilan dari negara-negara donor, Bank Dunia, dan perwakilan dari kedutaan besar negara-negara sahabat.

Peluncuran Laporan EITI dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dr Montty Girianna. Dalam sambutannya, Montty memaparkan tentang hasil rekonsiliasi dari laporan EITI 2012-2013 antara pendapatan negara dari sektor ekstraktif dengan pembayaran yang dilakukan perusahaan-perusahaan ekstraktif kepada negara. Deputi yang juga merupakan Ketua Tim Pelaksana Transparansi Industri Ekstraktif tersebut juga menambahkan Laporan EITI terbaru lebih lengkap dari laporan sebelumnya karena tak  hanya memberikan informasi rekonsiliasi, tetapi juga berisi informasi kontekstual yang dapat menjadi referensi penting bagi masyarakat. Montty mengatakan dengan diluncurkannya laporan tersebut, status Indonesia yang suspend di keanggotaan EITI Internasional karena keterlambatan penyelesaian laporan, akan dicabut dan status Indonesia akan kembali compliant.

Laporan EITI 2012-2013 secara resmi diluncurkan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Lukita Dinarsyah Tuwo. Setelah resmi diluncurkan, laporan secara simbolis diserahkan kepada pihak-pihak yang ikut andil dalam penyelesaian laporan yaitu: perwakilan pemerintah, asosiasi dan perusahaan, CSO, dan Bank Dunia.

Setelah peluncuran laporan selesai, dilanjutkan dengan sesi siaran pers di ruang media center. Lukita Dinarsyah Tuwo, Montty Girianna dan Anggota Tim Pengarah EITI, Emil Salim memberikan keterangan kepada wartawan terkait isi laporan EITI 2012 -2013. Dalam siaran persnya Emil Salim meminta wartawan untuk menyoroti 31 perusahaan yang tak transparan karena enggan memberikan data untuk Laporan EITI.

Unduh siaran pers disini