Monday , 9 December 2019
Home » News » Efforts to Implement Extractive Industries Data Mainstreaming
Efforts to Implement Extractive Industries Data Mainstreaming

Efforts to Implement Extractive Industries Data Mainstreaming

Dewan EITI telah meluncurkan Standar EITI 2019 pad bulan Juni lalu di Paris, Prancis. Negara-negara pelaksana EITI harus mengikuti seluruh persyaratan yang ada dalam standar tersebut mulai laporan atau dokumen yang akan dipublikasikan pada tahun 2020. Standar EITI tahun 2019 memiliki sejumlah persyaratan baru seperti transparansi dokumen kontrak, dampak eksploitasi terhadap lingkungan, keseimbangan gender, dan mainstreaming atau pengarusutamaan informasi penerimaan negara dari industri ekstraktif.  

Untuk persyaratan mainstreaming atau pengarusutamaan data, saat ini, EITI Indonesia di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian, sedang dalam progress perbaikan tata kelola data dan informasi EITI Indonesia. Mainstreaming data, ke depannya direncanakan untuk menggantikan Laporan EITI yang bersifat fisik yang sangat tebal dan sangat bersifat teknis yang cukup sulit dipahami oleh masyarakat kebanyakan. Dengan adanya mainstreaming, diharapkan transparansi ke depannya dapat langsung diakses online dari pemilik data.

Pada tanggal 4-8 November 2019, Sekretariat EITI Internasional berkunjung ke Jakarta untuk bertemu dengan sejumlah Kementerian dan Lembaga untuk membahas agenda ini. Sekretariat EITI internasional bertemu dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), SKK Migas, BPKP, Biro Pusat Statistik (BPS), Kementerian Ketenagakerjaan, dan sejumlah perusahaan dan BUMN sektor ekstraktif.

Pertemuan dengan Kementerian ESDM pada tanggal 5 November 2019 diwakili oleh Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin). Kapusdatin ESDM mengungkapkan banyak data di sektor ekstraktif yang sudah dapat diakses langsung dari portal milik Kementerian ESDM seperti Geoportal, Minerba One Map Indonesia (MOMI) dan Minerba One Data Indonesia (MODI).

Pada tanggal 6 November, Sekretariat EITI Internasional berkunjung ke BPKP untuk mengetahui jaminan kualitas data industri ekstraktif yang telah dipublikasikan oleh instansi pemerintah. Direktur Pengawasan Badan Usaha Perminyakan dan Gas Bumi menyampaikan bahwa kualitas data instansi yang melakukan kerjasama dengan BPKP dapat dipertanggungjawabkan, sebagai contoh data dari SKK Migas.

Agenda dilanjutkan dengan pertemuan dengan perusahaan dan BUMN di sektor industri ekstraktif. Perusahaan dan BUMN yang hadir yaitu perwakilan dari PT Bukit Asam, PT Antam, BP, Chevron, Exxonmobil, PT Freeport Indonesia, Vale, Premier Oil, dan Medco Energi. Perusahaan yang hadir menyampaikan assesibilitas informasi kontrak, produksi, pembayaran ke negara dll ke publik.

 Pada tanggal 7 November, Sekretariat EITI Internasional berkunjung ke SKK Migas untuk membahas tentang mainstreaming data salah satunya tentang pengeluaran sosial/social expenditures. Perwakilan SKK Migas menyampaikan bahwa informasi tersebut sudah ada dalam Laporan Tanggung Jawab Sosial SKK Migas kepada Masyarakat. Pertemuan dilanjutkan dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk mengetahui apakah informasi gender perusahaan industri ekstraktif dapat diakses oleh publik, baik jumlah dan tingkat jabatan di perusahaan. Perwakilan Kemenaker mengatakan bahwa data gender secara agregat dapat diakses. Namun untuk detil informasi perperusahaan harus dikonsultasikan dulu secara internal.

Pada tanggal 8 November, Sekretariat EITI Internasional bertemu dengan sejumlah perwakilan dari Kementerian Keuangan yaitu dari Ditjen Anggaran, Ditjen Pajak, Ditjen Perimbangan Keuangan, Ditjen Perbendaharaan, dan Sekretariat Jenderal. Pertemuan untuk membahas apakah informasi penerimaan negara dapat diakses oleh publik secara langsung dari website masing-masing Direktorat Jenderal. Pertemuan ditutup dengan rapat dengan Bagian Humas (Hubungan Masyarakat) Badan Pusat Statistik (BPS). Rapat membahas tentang ketersediaan data produksi dan ekpor industri ekstraktif. Perwakilan BPS mengatakan bahwa data agregat bisa diakses sedangkan data detil bisa diakses namun berbayar.