Wednesday , 21 November 2018
Home » Berita » Awasi Perusahaan Migas dan Batubara (Pernyataan Hatta, Menko Perekonomian)

Awasi Perusahaan Migas dan Batubara (Pernyataan Hatta, Menko Perekonomian)

Jakarta – Pemerintah menggandeng mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Riyana Hardjapamekas dalam proyek Extractive Industry Transparency Initiative (EITI).

“Ketua dewan pengarah, saya, Ketua Tim Formatur Erry Riyana Hardjapamekas. Ini nanti koordinasinya di bawah Menko Perekonomian,” ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di Kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (26/1/2011).

Hatta menjelaskan EITI merupakan lembaga independen yang terdiri dari pemerintah, LSM, dan pihak yang terkait dengan industri ekstraktif.

Lembaga ini bertugas berdasarkan Peraturan Presiden untuk melakukan pengecekan terhadap proses transaksi industri ekstraktif seperti migas dan batubara guna meningkatkan transparansi.

“Jadi pola kerjanya tentang suatu perusahaan meminta dari transpransi berapa, berapa produksinya, berapa pajak yang sudah dibayarkan, ke mana saja itu, kemudian ini nanti dikroscek ke lembaga yang menerima. Misalnya perusahaan batubara mengatakan ekspor 100 ton dengan harga x rupiah ke negara tujuan tertentu, pajaknya sudah dibayarkan ke sini-sono, EITI ini yang akan melakukan kroscek ke lembaga-lembaga itu,” jelasnya.

Jika nanti EITI menemukan ketidaksesuaian, lanjut Hatta, maka Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan mengaudit transaksi perusahaan tersebut.

Continue reading.. https://bit.ly/2OwvHy1